Minggu, 28 Oktober 2018

Hal-hal kecil yang kamu lakukan hari ini, bisa jadi membuat perubahan besar di masa depan.

Hal-hal kecil yang kamu lakukan hari ini, bisa jadi membuat perubahan besar di masa depan.

Masa depan yang gemilang pada dasarnya ditentukan oleh sekumpulan keputusan tepat yang diambil saat usia kamu masih mampu. Nah, kebanyakan kita terlalu banyak menyalahgunakan kemajuan teknologi buat hal yang sifatnya membuang waktu saja. Tanpa kita sadari hal tersebut ternyata bisa membuat masa depan melenceng jauh dari yang seharusnya bisa kita dapatkan.
Membiasakan diri untuk menghargai waktu adalah investasi terbaik yang bisa kamu berikan buat diri sendiri di masa depan. Dengan datang tepat waktu, menunjukkan komitmen dan membuktikan kamu bisa diandalkan. Otomatis, orang akan senang bekerja sama.
Ada banyak keindahan kecil yang bisa ditemui di sekitar kamu, kalau mau sedikit terlibat dengan alam sekitar. Lakukan perjalanan ke tempat-tempat indah, pengalaman menghirup udara segar dan menghijaukan mata bisa membuka pikiran hal-hal terpenting dalam hidup yang pantas dihargai.
Banyak orang yang suka mengatakan untuk mempunyai mimpi setinggi langit. Banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk mempunyai mimpi atau cita-cita yang besar, bahkan orang tuanya sendiri sebenarnya mengharapkan sesuatu yang besar terhadap anaknya. Tanpa disadari hal tersebut dapat membuat anak-anak sejak kecil terbiasa untuk bermimpi setinggi-tingginya atau melakukan sesuatu agar dilihat oleh orang lain, sehingga ketika dewasa banyak orang yang cenderung berusaha untuk melakukan sesuatu yang besar.
Berusaha untuk melakukan sesuatu agar hasilnya dapat terlihat jelas. Tidak sedikit orang yang mementingkan hasil dibandingkan proses-proses yang terjadi. Tidak sedikit orang yang meremehkan orang lain yang melakukan sesuatu tanpa hasil yang pasti atau jika hasilnya menurut mereka kecil dan cenderung tidak menghasilkan. 
Sebenarnya kita tahu, bahwa segala hal yang besar itu bermula dari hal yang paling kecil. Namun tak banyak yang mengerti bagaimana hal kecil bisa mendatangkan sesuatu yang besar ketika kita melakukan hal yang besar justru tak mendatangkan apa-apa.
Masa depan adalah sebuah kemungkinan, anda sendirilah yang memilih untuk mewujudkannya dalam kehidupan anda.
Masa depan ialah suatu masa atau kondisi yang berada di depan manusia, akan tetapi kondisi tersebut biasanya digunakan untuk waktu yang panjang, mungkin juga tidak terbatas dan kadang-kadang masih bersifat abstrak. Masa depan untuk jangka pendek biasanya digunakan istilah besok, besok lusa, bulan depan atau tahun depan.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Hargai sesuatu yang sederhana, kadangkala itulah yang membuat kita bahagia.

Hargai sesuatu yang sederhana, kadangkala itulah yang membuat kita bahagia.

Sederhana atau bisa juga dikatakan bersahaja adalah tidak berlebih-lebihan atau hidupnya selalu sederhana. Hidup sederhana atau gaya hidup minimalis merujuk kepada sejumlah praktik sukarela untuk menyederhanakan hidup seseorang. Misalnya, memilih tinggal di rumah minimalis tindakan mengurangi jumlah dan jenis harta kepemilikan atau meningkatkan kemandirian.
Ciri-ciri hidup sederhana itu adalah apa adanya dan tidak mengada-ada. Dalam artian seseorang yang hidup sederhana itu menerima setiap keadaan dan menerima apapun yang dimiliki tanpa menggerutu. Namun mereka tidak menerima begitu saja setiap keadaan, mereka tidak berhenti sampai di situ saja, selanjutnya setelah itu mereka berfikir menyusun strategi dan mengembangkan diri supaya ke depannya akan lebih baik lagi dari sebelumnya.
Mereka akan mengevaluasi setiap titik penyebab kegagalan dalam kehidupan mereka. Mereka akan meningkatkan lagi kualitas diri mereka meskipun mereka sudah berhasil sesuai rencana yang telah disusun secara memuaskan, sehingga mereka terus berinovasi tanpa henti.
Seseorang bisa bahagia karena bermacam-macam alasan. Yang menurut orang membahagiakan, bisa saja kata orang lain bahkan menyebalkan. Bahagia sebenarnya bukan tampak dari keadaan di luar, tapi keadaan di dalam hati tergantung bagaimana kita mengkondisikan hati.
Kebahagiaan bisa kita dapatkan dimana saja dengan cara yang sederhana tentunya. Sekali lagi, tergantung pada persepsi kita dalam memberikan makna terhadap suatu masalah.

Terkadang diam adalah suatu pilihan yang tepat, ketika pembicaraan hanya akan membuat suasana menjadi sangat kacau.

Terkadang diam adalah suatu pilihan yang tepat, ketika pembicaraan hanya akan membuat suasana menjadi sangat kacau.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Ini adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.” (lihat Al-Fath, 10:446).
Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara)”.
Bicara yang baik memberi manfaat bagi pembicara dan pendengarnya, sedang diam hanya berpotensi bermanfaat untuk yang diam. Tidak ada baiknya diam menyangkut pengetahuan dan tidak ada baiknya berbicara berdasar ketidaktahuan. Diam pada tempatnya baik dan berbicara  bila dibutuhkan  wajib.  Yang diam menyangkut hak yang perlu diketahui adalah  setan yang bisu. Ini demikian dalam satu situasi berbicara harus dikedepankan, lebih-lebih jika kandungan pembicaraan itu memiliki dampak positif  terhadap seseorang, lebih-lebih jika terhadap orang banyak.
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhari no. 6018, Muslim no. 47).
Menjaga lisan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berkata baik atau kalau tidak mampu maka diam. Dengan demikian diam kedudukannya lebih rendah dari pada berkata baik, namun masih lebih baik dibandingkan dengan berkata yang tidak baik.

Banyak Orang Ingin Mati dalam Islam, Tapi Enggan Hidup Secara Islam.

Banyak Orang Ingin Mati dalam Islam, Tapi Enggan Hidup Secara Islam.

Allah SWT. secara langsung menyeru dan mengingatkan kepada hamba-Nya yang beriman untuk tidak meninggalkan keimanan dan keislamannya sampai ajal menjemput. Alangkah beruntungnya kita sebagai hamba Allah selalu diingatkan oleh Dzat yang sebetulnya tidak membutuhkan keimanan dan keislamana kita. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. Ali imron ayat 102, “ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”.
Mendapat hidayah dengan menjadi seorang muslim adalah anugerah yang amat besar dari Allah SWT.. Di awal-awal kemunculan Islam, ada orang-orang yang membanggakan diri dihadapan Allah dengan keislaman mereka. Mereka merasa berjasa karena telah memilih islam. Namun dengan tegas Allah mengingatkan bahwa hidayah Islam adalah anugerah dan pemberian Allah SWT. Datangnya ajal bukan ditangan kita, namun Allah selalu berpesan untuk jangan mati kecuali dalam keadaan muslim. Karena kita tidak pernah tau kapan kematian itu akan datang, maka jangan pernah keluar dari garis Islam. Jangan pernah terlepas dari naungan Islam karena kematian bisa datang kapan saja.
Dalam kebanyakan orang memang hampir belum mengerti dan memahami tentang arti hidup yang sebenarnya.  Banyak orang yang hidupnya ingin bebas tanpa perduli perbuatan itu baik atau buruk, halal atau haram, yang terpenting hidup hanya untuk bersenang-senang. Orang yang seperti inilah yang tidak mengerti dan memahami tentang arti hidup yang sebenarnya. Arti hidup dalam islam merupakan arti hidup yang sesuai dengan Al qur’an dan Hadits.
Dengan mengingat Allah, maka kita akan berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Karena Allah senantiasa mengawasi kita dan mengetahui apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, dimanapun dan kapanpun. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya perkara sekecil apapun. Inilah yang semestinya senantiasa kita tanamkan di dalam hati kita. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan, “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada.” (HR. Tirmidzi). Kita harus bertakwa kepada Allah baik ketika berada di rumah, di jalan, di kampus, di pasar atau di mana pun kita berada, ketika bersama orang maupun ketika bersendirian.

Memang..Hijrah itu butuh proses. Tapi ingat maut tidak butuh proses.

Memang..Hijrah itu butuh proses. Tapi ingat maut tidak butuh proses.


Hijrah dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNya, atau yang dikenal dengan istilah "hijrah kepada Allah dan RasulNya".
Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.
Dengan merujuk kepada hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw tersebut sebagian ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam”. Keluar dari kekufuran menuju keimanan.
Hijrah juga bisa diartikan menjauhkan diri ( dari suatu hal ), yang terdapat di dalam Al–Quran Surat Al–Muzammil ayat 10, “Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik”. ( QS. Al-Muzammil ayat 10).
Mati atau maut dalam bahasa indonesia adalah yang digunakan sebagai tanda berpisahnya roh dengan jasad untuk sementara waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT .
Mati itu adalah suatu kepastian yang pasti akan datang menjemput kita dalam keadaan siap ataupun tidak dan itu berlaku bagi setiap yang bernyawa sebagaimana dijelaskan dalam (QS. Ali ‘Imran : 185), “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya”. (QS. Ali ‘Imran : 185).
Pada hakekatnya maut atau mati adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal kehidupan (baru). Jadi maut bukan kesudahan, kehancuran atau kemusnahan. Maut adalah suatu peralihan dari suatu dunia ke dunia lain, dari suatu keadaan kepada keadaan lain, tempat kehidupan manusia akan berlanjut.
Kematian adalah sesuatu yang pasti pada saat yang telah ditentukan, tidak ada kaitannya dengan perang atau damai, tempat yang kokoh atau yang sederhana, dan ada upaya atau tidak untuk mempercepat atau memperlambatnya. Jika maut itu datang, maka datanglah ia.

Kamis, 25 Oktober 2018

Seseorang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapannya, tetapi hebat dalam tindakannya.

Seseorang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapannya, tetapi hebat dalam tindakannya.

Seperti sebuah peribahasa mengatakan "Padi makin berisi makin merunduk." Orang yang benar-benar memiliki ilmu tidak akan menyombongkan dirinya, malah dia akan berkata merendah dan berlaku bijak dalam bertindak.
Bahasanya yang santun penuh penghargaan pada orang lain. Tiada secuil pun sikap meremehkan lawan bicaranya walau berhadapan dengan orang yang kurang berilmu sekalipun.
Ucapan dan bahasa yang keluar dari mulutnya sederhana, tidak muluk-muluk atau mengada - ngada namun memberikan efek yang luar biasa. Nasehat penuh makna, kebijakan yang membangun, membuat semua yang berada di sekitarnya merasa nyaman, tidak ada yang merasa dirugikan baik secara moril maupun materil.
Tindakan yang diperlukan untuk meraih sukses, bukan tindakan yang asal tindakan, tetapi tindakan dengan cara yang benar dan penuh dengan determinasi. Tindakan yang akan membawa diri kita kepada sukses adalah tindakan dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.
Jika tindakan biasa tidak akan membawa diri kita kepada sukses, apalagi jika kita tidak bertindak. Jika Anda sudah merasa bertindak tetapi masih belum sukses, artinya tindakan Anda masih belum layak. Baik dari segi kualitas dan kuantitas.
Tindakan biasa-biasa saja, apalagi tindakan yang sekedarnya, tindakan yang rata-rata, apalagi tindakan dibawah rata-rata, tidak akan mengantarkan Anda menuju sukses. Harus tindakan hebat dan dengan jumlah yang memadai. Tindakan seperti inilah yang akan membawa Anda meraih sukses.

Walau kita tak bisa lagi bertemu sesering dulu, kalian tetap teman-teman terbaikku.

Walau kita tak bisa lagi bertemu sesering dulu, kalian tetap teman-teman terbaikku.

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. Selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Manusia ditakdirkan hidup untuk tidak sendiri. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang senang dengan kebersamaan. Jalan hidup manusia tak ada yang sama. Tapi sadarkah, setiap manusia butuh teman untuk melengkapi hidupnya?. Teman, sebuah kata yang memiliki banyak arti, teman adalah seseorang yang menyenangkan. Masa kecil memang tak begitu indah. Tapi dengan adanya teman, hidup bagaikan pelangi yang datang setelah hujan deras mengguyur. Teman, sebuah kata yang memiliki banyak arti, teman adalah seseorang yang ada disaat suka maupun duka. Aku merasa dengan adanya teman, hidupku semakin lengkap. Teman bagaikan malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan untukku. Teman bagaikan penenangku disaat aku susah.
Jarak juga mengajarkanmu untuk setia. Bukan berarti kamu tidak boleh berteman dengan orang lain selain dirinya, tapi ikatan hati yang telah ada sejak awal akan diuji saat kalian tidak lagi bertemu, tidak lagi berkomunikasi, tidak lagi bertegur sapa secara langsung, tidak lagi curhat dan tidak lagi tertawa bersama. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan tentang jarak yang memisahkanmu dengan temanmu karena jarak sejauh apapun tidak akan bisa mengubah fakta bahwa kamu tetap temannya dan juga sebaliknya. Jarak juga bisa membuatmu belajar untuk lebih menghargai indahnya kebersamaan yang saat ini harus dipisahkan oleh perbedaan tempat. Betapa membahagiakannya tertawa bersama, berkunjung ke tempat favorit bersama, menangis bersama dan banyak hal lain yang biasa kamu lakukan dengan temanmu yang daftarnya tidak akan pernah habis.

Dulu aku mengira mereka terlalu berlebihan dalam beragama, tetapi ternyata setelah aku belajar, akulah yang terlalu cinta dunia ini.

Kata Bijak Untuk Motivasi

“Rasulullah saw bersabda, “Akan tiba suatu saat di mana seluruh manusia bersatu padu melawan kalian dari segala penjuru, seperti halnya berkumpulnya manusia mengelilingi meja makan.” Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah jumlah Muslim pada saat itu sedikit?”. Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. 
Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani).
Cinta dunia adalah salah satu penyakit akhir zaman yang dikhawatirkan oleh Rasulallah SAW akan menimpa umatnya. Penyakit ini akan meyebabkan umat Islam menjadi lemah.
Secara simbolik ada tiga cara menyimpan dunia, yaitu di tangan, di bawah kaki, dan di dalam hati. Menyimpan dunia di tangan dan di bawah kaki tidak berbahaya karena tidak akan melahirkan cinta dunia. Namun, menyimpannya di dalam hati sangat berbahaya karena cara demikian termasuk cinta dunia.
Tidak diragukan lagi bahwa menuntut ilmu agama adalah ibadah yang mulia. Allah SWT. memuji orang-orang yang menuntut ilmu dan orang yang berilmu. Allah SWT. berfirman: “Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu di antara kalian” (QS. Al-Mujadalah: 11).
Namun perlu diketahui bahwa dalam menuntut ilmu, diperlukan manhaj (metode) yang benar agar dapat meraih kesuksesan dalam menuntut ilmu syar’i dan akan menguatkan keistiqamahan seorang penuntut ilmu untuk terus menuntut ilmu syar’i. Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu Asy Syaikh mengatakan, “Kami melihat banyak pemuda yang mulai semangat dan gemar untuk menuntut ilmu. Namun banyak di antara mereka yang tidak paham bagaimana cara yang benar dalam menuntut ilmu. Di antara mereka ada yang sudah melalui waktu yang lama atau bertahun-tahun dalam menuntut ilmu namun tidak meraihnya kecuali sedikit saja, yang kadar itu bisa didapatkan oleh orang lain dengan waktu yang singkat. Sebabnya adalah karena mereka tidak menjalani manhaj (metode) yang benar dalam menuntut ilmu” (Ath-hariq ila Nubughil Ilmi, 13).

Bila hidup kita terlalu susah untuk bahagia, sholatlah tepat pada waktunya.

Bila hidup kita terlalu susah untuk bahagia, sholatlah tepat pada waktunya.

Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Berbagai pendekatan filsafat, agama, psikologi, dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikan kebahagiaan dan menentukan sumbernya.
Dalam ajaran islam, kata bahagia adalah perasaan tenang yang ada dalam setiap pemeluk agama islam karena memiliki Allah SWT sebagai tujuan hidupnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Fath ayat 4.
Pengertian shalat adalah suatu ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Jika menurut bahasa, pengertian ibadah shalat adalah berdoa. Jadi pada intinya solat adalah suatu kegiatan ibadah yang berisi doa. Solat memiliki syarat dan juga aturan yang sudah ditentukan sehingga solat arus dilakukan sesuai dengan syariat dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Kita semua tahu bahwa shalat adalah ibadah yang wajib. Pentingnya shalat membuat ibadah ini harus dilakukan bagaimanapun keadaannya. Bahkan orang sakit selama masih mampu shalat, harus tetap shalat dengan cara yang telah ditentukan.
Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”(HR. Bukhari). Dari hadist tersebut kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya shalat tepat waktu, dan tentu saja hal tersebut sangat disukai Allah SWT.
Adapun keutamaan shalat tepat waktu adalah;
1. Dicintai Allah SWT.. 
2. Badan selalu sehat.
3. Dijaga oleh malaikat. 
4. Diturunkan berkah untuk rumahnya.
5. Wajahnya akan menunjukkan tanda-tanda orang yang shaleh.
6. Akan berhati lembut.
7. Melalui jembatan Shiratal Mustaqim seperti kilat.
8. Diselamatkan dari siksa api neraka.
9. Ditempatkan ke dalam golongan orang-orang tidak takut dan bersedih.

Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.

Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.

Sebenarnya apa itu belajar? apakah belajar hanya berpikir atau membaca buku? dan apakah arti belajar yang sesungguhnya?. Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan yang lain
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons.
Kecerdasan ternyata bukan bawaan dari lahir, tapi bisa ditajamkan melalui proses. Karena itu, sebenarnya enggak ada orang bodoh di dunia ini. Banyak orang berusaha untuk menjadi lebih pintar dengan belajar mati-matian.
Pengalaman ialah hasil persentuhan alam dengan panca indra manusia. Berasal dari kata peng-alam-an. Pengalaman memungkinkan seseorang menjadi tahu dan hasil tahu ini kemudian disebut pengetahuan. Dalam dunia kerja istilah pengalaman juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan dan ketrampilan tentang sesuatu yang diperoleh lewat keterlibatan atau berkaitan dengannya selama periode tertentu. Secara umum, pengalaman menunjuk kepada mengetahui bagaimana atau pengetahuan prosedural, daripada pengetahuan proposisional. Pengetahuan yang berdasarkan pengalaman juga diketahui sebagai pengetahuan empirikal atau pengetahuan posteriori. Seorang dengan cukup banyak pengalaman di bidang tertentu dipanggil ahli.
Jujur, dalam Bahasa Arab dikenal dengan istilah ash shidqu atau shiddiq, memiliki arti nyata atau berkata benar. Artinya, kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau antara informasi dan kenyataan. Lebih jauh lagi, kejujuran berarti bebas dari kecurangan, mengikuti aturan yang berlaku dan kelurusan hati. Ada banyak sekali bentuk kejujuran dalam kehidupan kita sehari-hari. Sejak kecil kita pasti telah diajarkan oleh orang tua kita untuk selalu berbuat jujur dan tidak berbohong. Hal ini tentu sesuai dengan ajaran agama Islam yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi sallam sendiri. 
Orang yang kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Dan orang yang kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun jika Anda tidak jujur, itu sulit diperbaiki.

Rabu, 24 Oktober 2018

Jika Suatu Urusan Diserahkan ke Bukan Ahlinya, Tunggu Saja Kehancuran.

Jika suatu urusan diserahkan ke bukan ahlinya, tunggu saja kehancuran.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (Bukhari – 6015).
Sungguh benarlah ucapan Rasulullah sholallahu’alaihi wa sallam di atas. “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Amanah yang paling pertama dan utama bagi manusia ialah amanah ketaatan kepada Allah, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam semesta dengan segenap isinya. Manusia hadir ke muka bumi ini telah diserahkan amanah untuk berperan sebagai khalifah yang diwajibkan membangun dan memelihara kehidupan di dunia berdasarkan aturan dan hukum Yang Memberi Amanah, yaitu Allah subhaanahu wa ta’aala.
Jika kita melihat fenomena pada zaman sekarang, sudah bukan hal yang aneh lagi jika kita melihat orang-orang yang memikul amanah bukan dari orang yang kompeten dalam bidangnya. Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa kelak di akhir zaman akan terjadi penyerahan amanat kepada yang bukan kepada ahlinya. Orang-orang bodoh yang tidak mampu dalam bidangnya ditunjuk untuk mengurus persoalan umat.
Amanah berarti bertanggung jawab dan tidak hianat dalam arti apa yang seharusnya dilakukan sebagai pemilik kewenangan harus dilakukan sesuai yang seharusnya. Tidak menggunakan jabatan sebagai alat untuk pencapain tujuan pribadinya dan mengabaikan kepentingan umat.
Tabligh artinya trasparan dalam setiap hal, dan fathanah adalah mempunyai kemampuan untuk memimpin, mengatur dan memecahkan permasalahan umat.
Setidaknya itulah yang harus dimiliki oleh calon seorang pemimpin dan yang harus juga diperhatikan oleh para calon pemilih pemimpin. Namun hal itu semua tidak akan terlaksana jika tidak dibarengi dengan sifat ketaqwaan yang dipegang teguh oleh pribadinya. Sebab bila seseorang sudah berpegang pada sikap ketaqwaan, ia akan selalu takut untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma dan ia akan selalu merasa diawasi oleh yang Kuasa dalam setiap gerak-geriknya.

Jangan Pernah Risau dengan Semua Penilaian Manusia, Sebaik-Baik Penilai Adalah Allah SWT..

Jangan pernah risau dengan semua penilaian manusia, sebaik-baik penilai adalah Allah SWT..
Sebaik – baiknya cari perhatian adalah cari perhatian ke Allah. Sebaik – baik berharap hanya berharap kepada Allah. Jangan risaukan mereka yang mengomentari hidupmu. Kodratnya, manusia lebih mudah mengomentari dan mencari – cari kekurangan oranglain daripada melihat kekurangan didalam dirinya. Jika hidup selalu di atas penilaian orang lain, tentu akan lelah hidup ini. Hiduplah hanya mencari penilaian Allah. Manusia suka tidak suka, yang penting Allah suka. Sejatinya, jika ada yang mengomentarimu, apabila komentarnya membangun, maka dengarkan dan lakukan perubahan. Jika komentarnya hanya bersifat menjatuhkanmu, cukup dengarkan dan abaikan. Tak semua pembicaraan manusia harus kita dengarkan. Filterlah sesuatu yang dapat membuatmu jadi lebih baik lagi. 
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari manusia lainnya. Begitulah teori Adam Smith yang sudah kita kenal sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Namun apa jadinya jika dalam semua aspek kita tidak lepas dari orang lain? Termasuk dalam hal penilaian. Manusia dikodratkan menjadi makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dari makhluk lainnya. Tapi jangan pernah lupakan fithrah kita sebagai makhluk tempat berkumpulnya salah dan khilaf. Manusia akan menemukan kepuasan dari menilai orang lain, baik penilaian positif ataupun negatif. Akibatnya, kita sering kali lupa tentang diri kita sendiri, karena terlalu terpaku dalam melihat kelebihan dan kekurangan orang lain. Akan sangat lebih baik jika pandangan kita terhadap orang lain itu dijadikan acuan atau contoh bagi kita untuk memperbaiki diri. Agar kita tidak terlalu memperhatikan aib orang lain, dan lupa pada aib diri sendiri yang jauh lebih besar. Begitu pun sebaliknya, kita terlalu nyinyir melihat kelebihan orang lain, padahal Tuhan telah menganugerahkan kekurangan dan kelebihan dalam diri kita sesuai dengan porsi kita masing-masing. Kita hanya tinggal menyelaraskan antara keduanya.
Penilaian manusia hanya bersifat sementara, penilaian Allah jauh di atas segalanya.. Tidak perlu khawatir, jika mereka meninggalkanmu karena kamu sudah tdak asik lagi menurut mereka. Ingatlah Allah bersama kita hingga saat kita kembali kepada-Nya kita menjadi hamba-Nya yang beruntung karena keistiqomahan dan ketaqwaan kita.

Jadilah Pribadi Seperti Seekor Singa yang Tidak Akan Mundur terhadap Apapun, Terus Maju Raihlah Apa yang Direncanakan Tuhan dalam Hidup Anda.

Jadilah Pribadi Seperti Seekor Singa yang Tidak Akan Mundur terhadap Apapun, Terus Maju Raihlah Apa yang Direncanakan Tuhan dalam Hidup Anda.

Singa juga binatang yang mendominasi hewan lain di alam. Ingat sebagai contoh ungkapan "singa, raja hutan". Ketika seekor singa muncul sebagai hewan berkuasa, itu bisa mencerminkan kemampuan Anda untuk memimpin orang lain atau kecenderungan untuk mendominasi dalam hubungan atau di tempat kerja.
Singa dijuluki raja rimba bukanlah tanpa alasan. Seekor singa memiliki kemampuan bertarung yang lengkap. Kuat, ganas, berani, bahkan mampu memanjat pohon. Kemampuan memanjat ini membuat singa lebih dibandingkan harimau yang tidak bisa memanjat pohon. Posturnya kekar dan gagah, dengan bulu-bulu tebal mengelilingi wajahnya. Gaya singa menerkam tengkuk lawannya begitu terkenal, dan dipercaya akan segera mengatasi perlawanan musuhnya dalam waktu singkat. Ukuran seekor singa pun terbilang besar dan lebih berat jika dibanding hewan sekelasnya seperti harimau, macan tutul dan sebagainya. Beratnya bisa mencapai 200 an kg dengan kemampuan berkelahi yang luar biasa. Dengan segudang kehebatannya, tidak mengherankan jika singa dinobatkan sebagai raja rimba.
Bagi orang yang ikhlas dan sabar tidak akan mudah menyerah, mengeluh, takut, dan putus asa. Kekuatan pribadi kita sangat diperlukan untuk semua aspek kehidupan meliputi dakwah dan keseharian kita termasuk dalam keberhasilan karir dan bisnis.
Pribadi yang kuat akan memotivasi, menggerakkan dan kemudian menilai setiap perbuatan yang dilakukannya. Keberadaan kepribadian yang baik dan stabil menentukan kualitas kejayaan hidup seseorang, begitu juga dengan dakwah.
Ketangguhan adalah kekuatan mental, dan kekuatan mental sangat ditentukan oleh kekuatan pikiran kita. Cara membina pikiran bawah sadar adalah dengan mendominasinya dengan hal-hal yang positif. Tapi, pada kenyataannya banyak hal negatif di sekitar kita? Lalu bagaimana cara menghadapinya? Disinilah kekuatan persepsi yang sangat penting. Sebenarnya yang masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita bukan kejadian atau kondisi, namun persepsi terhadapnya. Bagaimana pun kejadian atau kondisi, kita bisa memilih persepsi kita positif atau negatif. Maka bangun disiplin persepsi positif dalam diri kita, apa pun yang terjadi, bagaimana pun kondisinya. Selalu mencari dan memilih hal positif dari setiap kejadian dan kondisi.

KETIKA MERASA KESUSAHAN BARULAH SADAR HIDUP ITU TAKAN SELAMANYA TERSENYUM

Ketika merasa kesusahan barulah sadar hidup itu takan selamanya tersenyum

Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang. Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.
Senyum itu mudah dan gratis. Kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk hanya tersenyum. Dibalik itu sebuah senyuman memiliki makna dan manfaat yang mendalam. Meskipun hanya sekejap, senyuman dapat menjadi sebuah  kenangan yang berlangsung selamanya. Senyum dapat menciptakan kebahagiaan sekitar kita. Kegelisahan dapat ditenangkan dengan senyuman yang juga mendatangkan keceriaan bagi yang berkecil hati serta suasana kegembiraan bagi yang sedih. Berbagi bahagia bersama senyuman yang tulus adalah suatu ibadah. Memberikan  senyuman untuk semua orang akan memberikan keceriaan karena senyum akan membuka pintu bahagia.
Kesusahan berasal dari kata dasar susah. Kesusahan adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Kesusahan memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga kesusahan dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya dan nomina atau kata benda sehingga kesusahan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Apa yang membuat seseorang, apalagi suatu masyarakat, menjadi begitu sulit tersenyum? Padahal senyum, merupakan pertanda awal bahwa seseorang siap dan terbuka untuk menerima orang lain. Orang juga tidak bahagia jika mengalami gangguan emosi, termasuk gangguan emosi ringan jenis neorotik yang ditandai dengan kegelisahan. Sumber gangguan emosi adalah tekanan mental, yang bisa didapat dari sisa-sisa tekanan mental di masa kecil, tuntutan peran, tuntutan pekerjaan dan sebagainya.

Selasa, 23 Oktober 2018

Berhentilah menghakimi seseorang, lebih baik berdirilah disampingnya dan bantu dia memperindah masa depannya.


Setiap manusia di bumi adalah orang yang suka menghakimi. Tetapi ketika saya bertemu seseorang yang tidak suka menghakimi orang lain, saya ingin berada di sekitar mereka.
Apakah Anda pernah mencoba untuk hidup setidaknya beberapa menit tanpa menilai seseorang? Saya percaya itu adalah cara mendapatkan  kebahagiaan untuk bebas dari penghakiman. Sayangnya, kita semua suka menghakimi dengan cara tertentu. Sifat manusia untuk menghakimi menyebabkan hambatan interpersonal dan kebencian, menciptakan semacam batas antara satu sama lain.
Ketika Anda tidak suka menghakimi orang lain, dan suka membantu orang lain yang sedang mengalami masalah, maka;
1. Anda dipandang sebagai orang yang lebih positif.
2. Anda menjadi orang yang dapat dipercaya.
3. Anda akan memiliki persahabatan yang lebih dekat.
4. Anda akan dapat curhat pada teman-teman itu.
5. Anda akan menjadi orang yang lebih bahagia.
Memang sangat sulit untuk berhenti menghakimi orang lain. Anda dapat mencoba untuk mengganti penghakiman dengan pengampunan. Orang menghakimi cenderung menyimpan dendam pada orang-orang yang mereka tidak suka. Mereka sering merasa sulit untuk memaafkan orang lain. Jika Anda telah terluka, maka pengampunan adalah cara yang ampuh dan efektif untuk membersihkan penghakiman. Pertama-tama, Anda harus mengembangkan kemampuan untuk memaafkan diri sendiri. Seiring waktu, ini akan membantu Anda melupakan kebiasaan penghakiman dan membangun hubungan yang lebih  bisa menerima dan mencintai  diri sendiri dan orang lain.
Saya menyarankan Anda untuk mulai bersosialisasi dengan orang-orang yang Anda anggap paling sering menilai Anda. Paksalah dirimu untuk melihat kebaikan pada orang-orang itu. Beberapa orang akan membuat Anda lebih sulit dari yang lain, tetapi dengan melakukan itu, Anda akan menjadi orang yang orang lain ingin berteman dengan Anda.
Saya memikirkannya secara mendalam, dan menyadari apa yang telah saya lakukan salah. Saya segera mulai mengerjakannya. Itu tidak terjadi dengan mudah. Anda harus memaksakan diri di awal, ingatkan diri Anda sendiri seperti uraian di atas setiap saat. Cobalah untuk melihat aspek positif dari seseorang. Yang paling penting, cobalah untuk keluar dari kelompok yang suka menghakimi orang di antara teman-teman Anda, atau jika Anda cukup sabar, Anda mungkin ingin membantu mereka berubah juga.