Sabtu, 27 Oktober 2018

Banyak Orang Ingin Mati dalam Islam, Tapi Enggan Hidup Secara Islam.

Banyak Orang Ingin Mati dalam Islam, Tapi Enggan Hidup Secara Islam.

Allah SWT. secara langsung menyeru dan mengingatkan kepada hamba-Nya yang beriman untuk tidak meninggalkan keimanan dan keislamannya sampai ajal menjemput. Alangkah beruntungnya kita sebagai hamba Allah selalu diingatkan oleh Dzat yang sebetulnya tidak membutuhkan keimanan dan keislamana kita. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. Ali imron ayat 102, “ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”.
Mendapat hidayah dengan menjadi seorang muslim adalah anugerah yang amat besar dari Allah SWT.. Di awal-awal kemunculan Islam, ada orang-orang yang membanggakan diri dihadapan Allah dengan keislaman mereka. Mereka merasa berjasa karena telah memilih islam. Namun dengan tegas Allah mengingatkan bahwa hidayah Islam adalah anugerah dan pemberian Allah SWT. Datangnya ajal bukan ditangan kita, namun Allah selalu berpesan untuk jangan mati kecuali dalam keadaan muslim. Karena kita tidak pernah tau kapan kematian itu akan datang, maka jangan pernah keluar dari garis Islam. Jangan pernah terlepas dari naungan Islam karena kematian bisa datang kapan saja.
Dalam kebanyakan orang memang hampir belum mengerti dan memahami tentang arti hidup yang sebenarnya.  Banyak orang yang hidupnya ingin bebas tanpa perduli perbuatan itu baik atau buruk, halal atau haram, yang terpenting hidup hanya untuk bersenang-senang. Orang yang seperti inilah yang tidak mengerti dan memahami tentang arti hidup yang sebenarnya. Arti hidup dalam islam merupakan arti hidup yang sesuai dengan Al qur’an dan Hadits.
Dengan mengingat Allah, maka kita akan berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Karena Allah senantiasa mengawasi kita dan mengetahui apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, dimanapun dan kapanpun. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya perkara sekecil apapun. Inilah yang semestinya senantiasa kita tanamkan di dalam hati kita. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan, “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada.” (HR. Tirmidzi). Kita harus bertakwa kepada Allah baik ketika berada di rumah, di jalan, di kampus, di pasar atau di mana pun kita berada, ketika bersama orang maupun ketika bersendirian.

Memang..Hijrah itu butuh proses. Tapi ingat maut tidak butuh proses.

Memang..Hijrah itu butuh proses. Tapi ingat maut tidak butuh proses.


Hijrah dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNya, atau yang dikenal dengan istilah "hijrah kepada Allah dan RasulNya".
Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.
Dengan merujuk kepada hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw tersebut sebagian ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam”. Keluar dari kekufuran menuju keimanan.
Hijrah juga bisa diartikan menjauhkan diri ( dari suatu hal ), yang terdapat di dalam Al–Quran Surat Al–Muzammil ayat 10, “Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik”. ( QS. Al-Muzammil ayat 10).
Mati atau maut dalam bahasa indonesia adalah yang digunakan sebagai tanda berpisahnya roh dengan jasad untuk sementara waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT .
Mati itu adalah suatu kepastian yang pasti akan datang menjemput kita dalam keadaan siap ataupun tidak dan itu berlaku bagi setiap yang bernyawa sebagaimana dijelaskan dalam (QS. Ali ‘Imran : 185), “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya”. (QS. Ali ‘Imran : 185).
Pada hakekatnya maut atau mati adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal kehidupan (baru). Jadi maut bukan kesudahan, kehancuran atau kemusnahan. Maut adalah suatu peralihan dari suatu dunia ke dunia lain, dari suatu keadaan kepada keadaan lain, tempat kehidupan manusia akan berlanjut.
Kematian adalah sesuatu yang pasti pada saat yang telah ditentukan, tidak ada kaitannya dengan perang atau damai, tempat yang kokoh atau yang sederhana, dan ada upaya atau tidak untuk mempercepat atau memperlambatnya. Jika maut itu datang, maka datanglah ia.

Kamis, 25 Oktober 2018

Seseorang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapannya, tetapi hebat dalam tindakannya.

Seseorang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapannya, tetapi hebat dalam tindakannya.

Seperti sebuah peribahasa mengatakan "Padi makin berisi makin merunduk." Orang yang benar-benar memiliki ilmu tidak akan menyombongkan dirinya, malah dia akan berkata merendah dan berlaku bijak dalam bertindak.
Bahasanya yang santun penuh penghargaan pada orang lain. Tiada secuil pun sikap meremehkan lawan bicaranya walau berhadapan dengan orang yang kurang berilmu sekalipun.
Ucapan dan bahasa yang keluar dari mulutnya sederhana, tidak muluk-muluk atau mengada - ngada namun memberikan efek yang luar biasa. Nasehat penuh makna, kebijakan yang membangun, membuat semua yang berada di sekitarnya merasa nyaman, tidak ada yang merasa dirugikan baik secara moril maupun materil.
Tindakan yang diperlukan untuk meraih sukses, bukan tindakan yang asal tindakan, tetapi tindakan dengan cara yang benar dan penuh dengan determinasi. Tindakan yang akan membawa diri kita kepada sukses adalah tindakan dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.
Jika tindakan biasa tidak akan membawa diri kita kepada sukses, apalagi jika kita tidak bertindak. Jika Anda sudah merasa bertindak tetapi masih belum sukses, artinya tindakan Anda masih belum layak. Baik dari segi kualitas dan kuantitas.
Tindakan biasa-biasa saja, apalagi tindakan yang sekedarnya, tindakan yang rata-rata, apalagi tindakan dibawah rata-rata, tidak akan mengantarkan Anda menuju sukses. Harus tindakan hebat dan dengan jumlah yang memadai. Tindakan seperti inilah yang akan membawa Anda meraih sukses.